Berita video:
Versi Facebook:l
Sekretaris Umum Stand Up Paddle Indonesia Kabupaten Belitung Timur Jionda Fraschika S.Kom mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin untuk memberikan ruang kompetisi bagi atlet sekaligus melihat potensi atlet daerah.
"Tujuan utama dari kegiatan ini adalah salah satu agenda rutin dari Stand Up Paddle Indonesia Kabupaten Belitung Timur untuk mengadakan kompetisi, mencari atlet-atlet yang ada di Belitung Timur untuk persiapan FORNAS 2027," kata Jionda di Manggar, Sabtu.
Ia mengatakan antusiasme peserta pada pelaksanaan tahun ini meningkat dibandingkan sebelumnya. Selain atlet, kegiatan tersebut juga melibatkan pelajar yang sebagian berasal dari wilayah sekitar Situ Kulong Minyak.
Festival tersebut mempertandingkan lima kategori, yakni Challenge 1.000 meter putra, Challenge 1.000 meter putri, Tactical 300 meter putra, Tactical 300 meter putri, serta kategori pelajar.
Untuk mendukung keselamatan peserta, panitia bekerja sama dengan Basarnas selama perlombaan berlangsung.
"Kalau standar keamanan, kita sudah mengikuti standar. Sebenarnya mereka harus pakai life vest, tapi kita bekerja sama dengan Basarnas," ujarnya.
Kompetisi Jadi Bagian Pembinaan
Pelatih atlet Stand Up Paddle Belitung Timur Vivin Okdwi Jayanti mengatakan kompetisi diperlukan untuk mengevaluasi perkembangan atlet, terutama dari sisi kemampuan, mental, dan daya juang ketika menghadapi tekanan pertandingan.
"Kalau dia latihan terus latihan tanpa ada kompetisi, mereka tidak memiliki evaluasi yang terstruktur. Jadi salah satunya diadakan lomba ini," kata Vivin.
Menurut dia, atlet Belitung Timur menjalani latihan rutin tiga kali dalam sepekan. Sejumlah atlet juga telah mengikuti pertandingan di luar daerah untuk mendapatkan pengalaman bertanding.
Ia mengatakan kompetisi Stand Up Paddle di tingkat provinsi masih terbatas sehingga atlet Belitung Timur banyak memperoleh pengalaman melalui kejuaraan tingkat nasional.
Pembinaan tersebut juga telah menghasilkan prestasi. Pada FORNAS 2025 di Nusa Tenggara Barat, atlet Belitung Timur berhasil meraih juara dua nomor Technical 1.000 meter.
"Di tahun 2025 pernah mendapatkan juara dua, itu sudah levelnya nasional dan setara dengan kejuaraan PON, hanya dalam bentuknya ini FORNAS, olahraga masyarakat," ujar Vivin.
Pembinaan Atlet dan Regenerasi
Pelatih Stand Up Paddle Belitung Timur Rahyu Ahmad Ginanjar mengatakan saat ini terdapat 14 atlet senior yang telah menjalani pembinaan selama hampir dua tahun, terdiri atas delapan atlet putra dan enam atlet putri.
Sejumlah atlet tersebut telah mengikuti beberapa kejuaraan, antara lain Piala Panglima, Tangsel Open dan FORNAS di Lombok.
Rahyu berharap pembinaan tersebut dapat menghasilkan atlet yang mampu memperkuat kontingen Bangka Belitung pada ajang Pra-PON dan Kejurnas sebagai bagian dari persiapan menuju PON 2028.
"Kalau PON nanti diselenggarakan 2028, kami berharap nanti di Pra-PON dan Kejurnas, mudah-mudahan bisa meloloskan atlet dari kontingen Bangka Belitung, termasuk dari atlet-atletnya dari Belitung Timur," katanya.
Sementara itu, pelatih Rendy Sunandar mengatakan pembinaan atlet usia dini baru mulai dikembangkan. Dalam tiga bulan terakhir, terdapat sejumlah pelajar yang mengikuti latihan, dengan enam di antaranya mengikuti festival.
"Ke depannya kami akan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk menambah jumlah peserta dan mensosialisasikan Stand Up Paddle ini di kalangan pelajar di Belitung Timur," ujar Rendy.
Kenalkan Olahraga Air
Festival tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan Stand Up Paddle kepada masyarakat Belitung Timur.
Atlet putra Stand Up Paddle Belitung Timur Ahmad Vikramsyah mengatakan olahraga air tersebut masih relatif jarang dikenal masyarakat di Bangka Belitung.
"Motivasinya pertama untuk memperkenalkan olahraga air di Belitung Timur ini. Karena olahraga dayung, olahraga air ini masih jarang ditemukan khususnya di Bangka Belitung," katanya.
Atlet putri Zea mengatakan keterbatasan perlengkapan menjadi salah satu tantangan dalam mengembangkan olahraga tersebut. Namun, festival dapat menjadi sarana untuk mengenalkan Stand Up Paddle kepada masyarakat dan menarik minat peserta baru.
"Kita bisa memperkenalkan olahraga baru ke teman-teman semuanya supaya nanti mungkin ke depannya banyak yang berminat untuk masuk ke dunia paddle ini juga," ujarnya.
Pegiat Stand Up Paddle Belitung Timur Della mengajak masyarakat dari berbagai kelompok usia untuk mengenal dan mengikuti olahraga tersebut.
"Kami di sini dari Pegiat Stand Up Paddle Belitung Timur ingin mengajak teman-teman, kaula muda, bahkan yang sudah tua sekalipun semuanya untuk mengikuti olahraga Stand Up Paddle ini karena Stand Up Paddle ini terbuka untuk umum," katanya.
Jionda menambahkan, penyelenggaraan festival serupa direncanakan kembali pada tahun depan. Lokasi kegiatan juga berpeluang dipindahkan ke tempat lain, seperti Pantai di Desa Tanjung Kelumpang, Pantai Punai.
Festival tersebut diharapkan tidak hanya menjadi agenda kompetisi tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan atlet sekaligus memperluas pengenalan olahraga air di Kabupaten Belitung Timur.
Komentar
Posting Komentar